Polisi Akan Gunakan Speed Gun untuk Ukur Kecepatan Mobil di Tol

Selasa, 17/06/2014 16:04 WIB
Prins David Saut - detikNews

Jakarta – Jajaran polisi lalu lintas akan menerapkan tilang untuk kendaraan yang melebihi batas kecepatan, khususnya di jalan tol. Hal ini dilakukan dengan Speed Gun yang mulai beroperasi mulai Agustus 2014.

“Speed gun itu habis lebaran kita laksanakan, tapi nggak semua wilayah. Sementara kita prioritaskan di jalan tol yang suka ngebut itu,” kata Kabid Bin Gakkum Korlantas Mabes Polri, Kombes Pol Indrajit dalam diskusi ‘Sidang Tilang’ di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (17/6/2014).

Kemudian polisi mewacanakan untuk menerapkan electronic law enforcement melalui peralatan teknologi seperti CCTV yang dapat memantau pelanggaran lalu lintas. Namun sistem ini menelan dana cukup besar.

“Kamera belum karena biayanya besar. Kalau denda tilang masuk ke sarana prasarana penegakan hukum baru bisa kayaknya. Sekarang denda tilang kan ke kas negara,” ujar Indrajit.

Penerapan tilang untuk kendaraan yang melebihi kecepatan itu salah satunya dilatarbelakangi oleh pengendara yang memacu kendaraannya begitu cepat membahayakan pengendara yang lain. Jumlah angka kematian karena pelanggaran lalu lintas ini juga cukup tinggi.

“Kita prihatinlah setiap 1 jam ada 3 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas yang dimulai dengan pelanggaran lalu lintas,” ujar Indrajit.

Oleh karena itu, polisi juga merencanakan memasang sistem on board unit (OBU), dengan scanner di tiap pintu masuk tol. Sehingga mobil yang melanggar lalu lintas bisa diketahui data registrasinya.

“Itu daftar registrasi kendaraan bermotor, masuk tol itu dipasang OBU. Jadi polisi punya data yang lewat, itu baru wacana,” tutup Indrajit.

Analisa Saya :

Saya sangat setuju sekali dengan diadakannya pemasangan Speed Gun, saat ini berdasarkan data dari detikcom, jumlah korban meninggal di Indonesia sama dengan jumlah korban meninggal dengan negara yang sedang berkonflik. Dengan hal tersebut diharapkan bisa mengurangi jumlah kecelakaan dijalan raya.

Kemudian dengan adanya Electronic Law Enforcement melalui peralatan teknologi seperti CCTV kita bisa memantau kendaraan yang sedang berlalu lalang, sehingga jika terjadi pelanggaran, kecelakaan dan sebagainya bisa dianalisa dengan baik. Kenapa harus dianalisa ? sebab menurut saya banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan 2 kendaraan atau lebih, pihak yang dijadikan tersangka sering terjadi ketidakadilan dalam penetapannya.  Tentunya bisa semakin bisa memantau pelanggar-pelanggar yang menerobos lampu merah, masuk jalanan busway dsb.

Satu alat terakhir dari article diatas yaitu Sistem On Board Unit (OBU), merupakan salah terobosan awal yang bagus walaupun baru bisa dideteksi datanya setelah melewati pintu tol. Harapan saya sih ID Card (KTP) bisa terintegrasi dengan kendaraan yang digunakannya, jika ada penilangan bisa seperti diluar negeri, selipkan kertas dikaca mobil dan datanya langsung masuk ke server, atau jika ada razia dan pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat bisa dilacak langsung siapa pemiliknya, jadi bisa cepat dianalisa bahwa mobil ini curian atau bukan. MANTAP

source : detikcom

About Aditya Lukman Afandi
Never Ending for Learning Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: