Stres Bisa Berakibat Buruk, Ini 4 Ciri Sudah Saatnya Anda Ambil Cuti Kerja

Stress

Rutinitas harian di mana seseorang harus berkutat dengan pekerjaan ditambah dengan macetnya jalanan di ibukota rentan membuat para pekerja stres. Akibatnya, konsentrasi kerja berkurang sampai terganggunya aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, seringkali tak disadari kapan sebenarnya seseorang sudah sangat membutuhkan waktu istirahat dari rutinitasnya misalnya dengan berlibur atau sekadar santai di rumah.

Nah, dikutip dari CNN, Kamis (12/6/2014) berikut beberapa tanda bahwa sudah saatnya Anda menghindar sejenak untuk berkutat dengan pekerjaan seperti penuturan dr Adam Perlman, direktur eksekutif Duke Integrative Medicine:

1. Merasa terlalu stres bahkan untuk merencanakan cuti

Merasa terlalu stres bahkan untuk merencanakan cuti

Dikatakan Perlman, perasaan terlalu sibuk sampai-sampai susah mencari waktu cuti adalah pola pikir yang berbahaya karena pemikiran tersebut justru menjadi tanda peringatan bagi Anda untuk tidak mengambil cuti.

“Dengan begitu Anda justru merendahkan kemampuan diri sendiri. Padahal demi kesehatan dan kesejahteraan diri, Anda sudah selayaknya meluangkan waktu,” tutur Perlman.

2. Kinerja di kantor tiba-tiba menurun drastis

Kinerja di kantor tiba-tiba menurun drastis

Terkadang seseorang bisa memecahkan masalah dalam sekejap dan kreativitasnya bisa muncul. Tetapi, ketika sudah terlalu stres, kinerja di kantor bisa turun drastis bahkan Anda bisa tidak produktif.

“Stres ringan sampai sedang bisa meningkatkan kinerja tetapi stres berlebihan bisa menurunkan kinerja, tidak produktif, dan tidak bisa berpikir jernih,” terang dr Lloyd Sederer, direktur medis New York State Office of Mental Health.

Stres kronis juga bisa mempercepat denyut jantung, tekanan darah, mengganggu metabolisme gula darah dan berakibat naiknya bobot sampai turunnya imunitas. Oleh karena itu Sederer mengingatkan pentingnya cuti bagi mereka yang sudah mulai stres dengan pekerjaan.

3. Merasa ‘saya baik-baik saja’

Merasa ‘saya baik-baik saja’

“Stres bisa menjadi licik terutama jika orang lain di sekitar Anda juga mengalami hal yang sama. Padahal manusia terbuat dari karbon dan air, bukan baja sehingga seseorang tidak bisa bertahan dengan stres konstan selamanya,” tegas Sederer.

Sementara itu, Perlman mengatakan perasaan baik-baik saja yang nyatanya semu adalah denial yang cukup kuat meski sebenarnya diri merasa lelah, motivasi rendah, sulit tidur, mudah tersinggung, dan semua itu adalah tanda-tanda Anda stres.

4. Tak tahu apa yang harus dilakukan

Tak tahu apa yang harus dilakukan

Menurut Perlman, jika Anda sering bertanya pada diri sendiri apa yang bisa dilakukan, sudah saatnya Anda membutuhkan hari libur karena otak sudha terlalu penat hingga Anda bingung dengan apa yang seharusnya dikerjakan.

“Satu hari saja bisa mengubah hidup Anda hanya dengan menemukan keseimbangan kehidupan baik dalam hal pekerjaan, privasi, ataupun sosial,” kata Sederer.4. Tak tahu apa yang harus dilakukan

Menurut Perlman, jika Anda sering bertanya pada diri sendiri apa yang bisa dilakukan, sudah saatnya Anda membutuhkan hari libur karena otak sudha terlalu penat hingga Anda bingung dengan apa yang seharusnya dikerjakan.

“Satu hari saja bisa mengubah hidup Anda hanya dengan menemukan keseimbangan kehidupan baik dalam hal pekerjaan, privasi, ataupun sosial,” kata Sederer.

About Aditya Lukman Afandi
Never Ending for Learning Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: